Jumat, 08 September 2017

Lari 20 KM dan Oleh-Oleh Kuku Hitam




Cilegon-Serang (20 KM)


Sempat kurang yakin, untuk ikut lari 20 KM atau tidak? Namun dengan semangat untuk berbagi bersama orang lain dan keyakinan karena pernah menyelesaikan lari 25 KM, saya pun mencoba untuk ikut event dari Banten Food Bank dan Cilegon Runnner.

Event lari ini tidak hanya sekedar berlari. Jumlah kilometer lari dikonversikan untuk memberikan makanan pokok (sembako) kepada orang-orang yang membutuhkan disana.



Minggu, 26 Februari 2017

Stadion Krakatau Stell Cilegon menjadi titik awal kami untuk memulai petualangan lari ini. Jam 06.00 kami mulai start. Tujuan  adalah Pendopo Bupati Serang. Jarak yang harus ditempuh kurang lebih 20 km.

Hingga jarak 7,5 km, saya masih merasa baik-baik saja. Kemudian, saat 1 km menuju titik 10 km ada rasa letih yang muncul. Saya berhenti sebentar untuk minum. Kemudian berjalan sebentar. Pengawal bersepeda yang mengikuti di belakang saya menyemangati “Ayo tinggal sedikit lagi!”. Padahal masih 18 km lagi.

Trek jalan yang naik turun, menjadi tantangan berat sekaligus menarik bagi saya. Apalagi saya lupa membawa topi. Matahari saat itu sudah mulai menampakkan dirinya semakin jelas.

Titik 10 km terlampaui dengan penuh perjuangan, . Kaki mulai terasa berat. Telapak mulai terasa panas dan perih. Dengkul mulai terasa ngilu.

Terutama saat di titik 15 km. Saat berada di pos water, saya mulai “keliengan”. Keseimbangan saya mulai berkurang. Hampir saya saja saya jatuh.

Mas-mas yang menjaga pos water, menyemangati. “Ayo tinggal 5 km lagi. !”


Kaki seakan-akan sudah mulai mencapai batasnya. Saya pun mencoba memaksa sedikit demi sedikit. Mencondongkan sedikit badan kedepan, kemudian mengangkat kaki, dan berhasil.

Saya berhasil berlari walaupun setiap 100 m saya berjalan lagi. Kemudian saya berlari lagi.
Hingga berada dititik 17,5 km. Saya beristirahat di pos water dan tidak langsung melanjutkan lari seperti di pos-pos sebelumnya.

Di titik ini saya berhenti sesaat. Istirahat kurang lebih 5-10 menit.

Saya mencoba menarik napas. Menikmati udara sekitar. Menikmati pocari sweat dan pisang. Menggoyang-goyangkan kaki. Mencari kekuatan dan keseimbangan diri. Setelah yakin, saya pun kembali berlari lagi.

Tepat pukul 09.00 saya tiba di garis finish. Catatan waktu lari 20 km ini adalah 3 jam.

Penampakan setelah finish (dokpri).


Oleh-Oleh


Event lari kali ini memberikan saya oleh-oleh. Tidak hanya medali, ataupun semangat berbagi, tetapi juga kuku hitam. Tepatnya di jari tengah kaki kanan. Ini hal yang pertama kali saya rasakan.
Sebelumnya, di lari 25 km, saya tidak mengalami kuku hitam. Namun disini, setelah membuka sepatu, kuku saya awalnya membiru kemudian menghitam.

Berdasarkan referensi yang saya baca dari dunialari.com, kuku hitam ini bisa terjadi karena gesekan ujung jari dengan kaos kaki atau ujung depan sepatu. Hal ini terjadi karena sepatu yang kurang cocok dengan kaki atau ikatan tali sepatu terlalu kuat.

Entah yang mana penyebabnya, mungkin saya mengikat tali sepatu terlalu kuat. Atau juga mungkin karena cuaca saat itu lumayan panas, walaupun masih pagi.

Ketika jaringan kuku rusak, cairan terbentuk di belakang atau dibawah kuku kaki. Hal ini menimbulkan memar (subungual hematoma).  Saya juga merasakan rasa tekanan di balik kuku yang  menimbulkan rasa sakit. Warna kuku yang menghitam, disebabkan karena pembuluh darah yang pecah karena tekanan tersebut.

Nah peristiwa ini memang pernah dialami para pelari jarak jauh. Kata mereka para pelari, kalau belum merasakan kuku hitam, belum disebut sebagai pelari.

Penyembuhan


Kuku yang menghitam ini saya biarkan begitu saja. Seminggu kemudian, kuku ini mulai mengelupas. Kemudian saya ambil gunting kuku untuk mencopot kuku tersebut, sebagian-sebagian. 

Bagi para wanita, ini mungkin menjadi masalah. Karena kuku cantiknya hilang sementara. Namun tak usah khawatir. Kuuncinya sabar. Karena dalam waktu sebulan, kuku ini telah kembali sempurna.

Pencegahan


Tips untuk mencegah kuku hitam yaitu gunakan sepatu yang cocok dengan kita. Berikan ruang sebesar kuku jempol, antara jempol kaki dan ujung sepatu dalam posisi berdiri. Kemudian, kaos kaki dengan bahan yang menyerap keringat juga membantu untuk mengurangi rasa panas di dalam sepatu (dunialaricom).  

Penutup


Alhamdulillah, di event lari kali ini tidak ada cedera, kecuali oleh-oleh kuku hitam.


Foto bersama pelari lain (dokpri).

Berlarilah dan kenali dirimu –Yogi Setiawan-

61 komentar:

  1. hi kak yogi, menarik sekali eventnya bisa berbagi lewat acara lari!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kak Lisa Fransisca sudah berkunjung.

      Hapus
  2. Ngilu pas baca ini "Kuku yang menghitam ini saya biarkan begitu saja. Seminggu kemudian, kuku ini mulai mengelupas. Kemudian saya ambil gunting kuku untuk mencopot kuku tersebut, sebagian-sebagian" -_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngilunya sedkit-sedikit kak. Habis itu biasa aja.

      Hapus
  3. Kereen, saya jalan kaki 2 km aja udh ngos2an wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kak Kartini, semangat berolahraga.

      Hapus
    2. Ayo semangat berolahraga kak Kartini.

      Hapus
  4. Semangat lari mas yogi... Tiati jgn sampai kuku hitam lagi ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yo semangat berlari kak Tuty Prihartiny.

      Hapus
  5. Hebat bisa lari sampai 25 km! Selalu salut dengan para pelari!
    Saya jogging aja masih malas-malasan. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak Maria, olahraga. Mulai dari yang ringan-ringan aja dulu. :)

      Hapus
  6. Keren kak, selain membiasakan hidup sehat dengan olahraga, ternyata ada tujuan mulia juga untuk berbagi :)

    BalasHapus
  7. Uwooooooooooooo! Hebatt! Satu resolusi tahun ini yang belum kesampaian. Ikutan lari beginiaaaan.Keep running, Mas! (bukan running dari kenyataan pastinya hahaha)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mba di coba. Bisa dimulai dari event lari yang 5 km.

      Hapus
  8. Lari 20km???? Aku gak bisa lari lama, apalagi sampe puluhan km gitu. Karena di tengah-tengah telapak kaki kananku ada benjolan kecil. Dan kalo lari atau jalan terlalu lama nyeri & berakhir jalannya gak bener. Hiks... btw perjuangan ke finishnya keren banget ya! *SALUT!

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu, lari-lari pendek aja mba Ning. Ndak usah jauh-jauh. Yang utama adalah aktif bergerak supaya badan tetap sehat. :)

      Hapus
  9. kenapa judulnya ga sipelari berkuku hitam aja ka? biar drama haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah bisa tuh, nanti jadi judul untuk cerpen aye.

      Hapus
  10. Keren, mas, 20km lho.. klo saya c mungkin ditengah jalan naik angkot 😃😃😃

    BalasHapus
  11. Biasanya untuk sepatu pelari dilebihkan ukurannya 1 cm agar nyaman di kaki. Kalo sekarang ini, saya lebihkan 2 cm. Karena waktu pake sepatu yg lebih 1 cm, masih kena kuku warna hitam atau juga kuku patah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh begitu, terima kasih tambahan info pengalamannya k ristiyanto

      Hapus
  12. Udah lama hampir 2 tahun ga pernah ikutan lari, terkadang pengen tapi mikir masih kuat ga yah .... Tapi seru juga ya klo ikutan event

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo kak Thoriq, pasti kuat. Coba lari 1 km sehari. Nanti tau-tau bisa kuat 10 km.

      Hapus
  13. Terima kasih sdh berbagi.
    baru tahu ada kejadian kuku hitam akibat lari.
    btw, caranya kuat berlari sepanjang 20 km apa rahasianya?
    cpt ya.. lari 20 km sampai di garis finish 3 jam
    gimana denganku yang lari 1 km aja udh bikin berjam-jam kali ya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. rahasianya latihan k Endang. Dulu awalnya lari 1 km, 2 km, 3 km, hingga bisa sampai 20 km. :)

      Hapus
  14. 20km whattttt! Hahahaha antara mau lanjut lari tp udah kecapean tuh gmn ya hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau capek jalan dulu aja k Siti. Terus kalo kuat lari lagi.. hehehe

      Hapus
  15. duhh mas nya mantap 20km. saya 1km ajaa kayanyaa udah pengin pengsan 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo k Titi, semangat bergerak dan berolahraga. :)

      Hapus
  16. 20K kereen! 5K aja udah semaput rasanya. Keep running!

    BalasHapus
  17. keren yog.. orang2 sukses hobinya lari marathon lo.. hehehehe

    BalasHapus
  18. Halo Yogi, salam kenal. Aku baru tahu ada anak Kubbu yang suka long run juga. Dan event ini aku dengar juga sukses banget ya. Sayang waktu itu aku tidak update dengan event ini dan melewatkannya. Padahal bulan Februari sudah tinggal di Serang.
    Salam lari!

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga mas Citra. Iya mas, banyak dari berbagai komunitas lari yang ikutan juga.

      Hapus
  19. 5 km aja udah engap banget bang, itupun pernah ikut yang 5k tanpa olahraga sebelumnya, dan kaki langsung kencang parah, pangkal paha juga udah ngilu. apalagi bang Yogi yang 20k dan 25k. Kebayang itu gimana kencangnya otot kaki. Keren dah pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaki kencang dan paha ngilu itu biasa terjadi kalau kita baru berlari jarak jauh. Pas lari 20 K juga begitu.

      Hapus
  20. Tinggal nyobain even lari gunung nih....ngerasain yg beda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lari gunung memang sangat menantang. Nyobain tanjakan jalan layang Jakarta aja udah lumayan banget, apalagi di gunung. :)

      Hapus
  21. 20 KM yaa.. ini mah kalo saya 1 km lari aja dah pengen pingsan keknya ����

    BalasHapus
  22. Yaampun 20k? Saya aja lari dari bunsen ke semanggi 2jam itupun banyak ngasonya haha. Keren mas, asal jangan lari dari kenyataan aja yaa wkwk

    BalasHapus
  23. Mantap Kak! 20 km 3 jam saja. Ikut komunitas lari gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada yang lebih hebat k, bisa menyelesaikan 20 K dalam waktu 2 jam an.

      Kalau saya gak ikut komunitas. :)

      Hapus
  24. Mantap Kak! 20 km 3 jam saja. Ikut komunitas lari gak?

    BalasHapus
  25. Keren Bang Yogi. Mau dong dikasih tips untuk ikut marathonan kayak gitu. Saya ini jarang olahraga apalagi lari. Kalo jalan kaki hampir setiap ngantor jalan kaki 2 km lebih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba aja dari yang 5 km dulu k Beni. Saya dulu berawal dari situ.

      Hapus
  26. Wah lari 20km ya.. Aku ke kantor 20km naik gojek aja rasanya pegel.. Loh.. ������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kalau pegel naik gojek coba lari kak... hehehe

      Hapus
  27. Wiwww 25 km, 3 jam, mmm mantab, saya juga pernah kuku jempol kanan kiri hitam, krna sepatu kurang cocok ukurannya, dan hilangnya setahun itumah cepet ya seminggu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kukunya saya potong dulu k ndarikhaa rie.

      Hapus
  28. selamat uda berhasil lari 20km.
    jalan aja capek. apalagi lari.
    salut!
    www.belajaronlineshop.com

    BalasHapus

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...