Minggu, 20 Agustus 2017

Kurbanesia “Berkurban Sambil Berbagi dan Memandirikan Peternak Indonesia”

Pak Jodi dan Pak Bambang, pembicara di bincang kurbanesia (dok: Yogi Setiawan).

Berkurban merupakan sunnah muakad yang sangat dianjurkan dalam Islam. Perintah berkurban dimulai dari kisah Nabi Ibrahim yang mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Ismail anaknya. Saat itu merupakan hal yang berat bagi Nabi Ibrahim yang saat itu hanya memiliki Ismail sebagai anak. Namun karena ketaatanya Sang Nabi melaksanakan perintah tersebut.

Ismail tak menolak sama sekali ketika dirinya akan disembelih. Ini adalah contoh ketaatan dan kecintaan tingkat tinggi kepada Allah dari sepasang Ayah dan Anak. Hingga saat penyembelihan tiba, Allah mengangkat Ismail ke surga dan digantikan dengan seekor kambing/domba untuk disembelih.

Di Surat Al Hajj ayat 34 "Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)"

Sekarang umat Islam memiliki berbagai pilihan dalam berkurban. Bisa berkurban kambing, domba, sapi, kerbau ataupun unta. Di Indonesia kebanyakan berkurban kambing, domba, sapi dan dibeberapa daerah ada yang berkurban kerbau.

Namun ternyata tidak semua daerah bisa melaksanakan kurban. Ada berbagai kendala yang dihadapi seperti wilayah yang tidak terjangkau peternak, dan daerah yang sulit diakses untuk pengantaran hewan kurban ke daerahnya.

Dompet Dhuafa sejak tahun 1994 sudah memulai program yang pada awalnya bernama “Menebar 999 Hewan Kurban”. Baru di tahun 1998 namanya menjadi “Tebar Hewan Kurban”. Cita-citanya sederhana, ingin membagi hewan kurban ke seluruh penjuru Indonesia khususnya daerah terpencil, agar kelezatan daging kurban tidak hanya menumpuk pada masyarakat kota seperti Jakarta.

Tentukan lokasi berkahmu di kurbanesia.

Daerah Sasaran dan Peternak Binaaan

Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan target distribusi hewan kurban kepada 250.000 Kepala Keluarga di 5 Negara, 22 Propinsi, 90 Kabupaten dan 417 Kecamatan. Ada tiga jenis titik sebaran yang ditentukan yaitu pertama wilayah miskin, tertinggal dan pedalaman. Kedua, daerah yang belum pernah menikmati hewan kurban. Ketiga, wilayah bencana yang rentan konflik.

Hewan kurban dibeli dari para peternak di sekitar daerah sebaran yang juga merupakan peternak binaan Dompet Dhuafa. Jodi Heru Iswanto, Direktur KMM Dompet Dhuafa menjelaskan, para peternak diberikan pelatihan menengai bagaimana merawat hewan ternak yang baik, formula pembuatan pakan ternak, cara pengembangbiakannya, hingga pengelolaan bisnisnya. Mereka didampingi melalui program pemberdayaan dan kemitraan peternak dengan pembentukan kelompok ternak. Harapannya para peternak bisa mandiri dan meluaskan jaringannya, bahkan bisa menjadi sentra ternak.

Setiap hewan kurban memiliki standarnya masing-masing. Baik dari ukuran (bobot hidup), kesehatan fisik hingga pelaksanaan kurban. Sebelum di distribusikan, hewan kurban melalui tahap Quality Control. Apakah sudah sesuai baik dari segi bobot dan kesehatan. Kemudian saat pelaksanaan, pelaksanaan kurban juga sesuai syariat Islam yang ditetapkan. Tujuannya selain berkah, para masyarakat penerima daging kurban mendapatkan daging yang berkualitas.

Bambang Suherman, Direktur Dompet Dhuafa menjelaskan, para pekurban pun akan mendapatkan empat tahap laporan, pertama saat mendaftarkan menjadi pekurban, kedua saat penerimaan dana, ketiga saat pengantaran hewan kurban dan keempat saat pemotongan hewan kurban. Laporan akan dikirim melalui SMS dan Email. Jadi para pekurban tidak perlu khawatir akan kegiatan dari Tebar Hewan Kurban.

Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa bersama Kurbanesia tentukan lokasi berkahmu

Hal yang mungkin hanya bisa kita lakukan jika berkurban di kurbanesia adalah kita bisa menentukan dimana wilayah kurban kita akan disebar. Cara berkurbannya pun mudah, konter Kurbanesia tersebar dibanyak daerah di berbagai supermarket dan mall. Selain itu, jika mau secara online juga bisa. Berbagai marketplace di internet yang lagi in sekarang ini seperti bukalapak dan berbagai macamnya bisa.

Mendengar penjelasan program ini, saya merasa ini program yang harus didukung penuh. Kita bukan hanya berkurban untuk memenuhi perintah agama, tetapi juga mengangkat harkat hidup dan kemandirian masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...