Melihat Sisi Lain Taman Langsat

Sore itu, selasa (7/5), sedikit mendung. Sisa-sisa tetesan air hujan masih menempel di tanah dan konblok joging track. Pukul 03:30, kami (aku dan bebeb), memulai kebiasaan di sore hari, jalan kaki mengitari taman. 

Kebiasaan ini memang sudah kami lakoni agak rutin, kurang lebih hampir sebulan. Tujuannya sederhana, menjaga kesehatan. Baik itu kesehatan fisik ataupun mental. Karena disaat-saat seperti inilah, kami bisa menghasilkan keringat. Selain itu, ini kesempatan kami untuk saling mengobrol dan bertukar pikiran. 

Entah kenapa, sore ini tangan saya gatal ingin menyalakan kamera gawai. Hingga saya menemukan berbagai gambar yang menurut saya menarik. 

Sisi Lain Taman Langsat

Taman Langsat memiliki keunikan, yaitu mempunyai danau sementara. Saya menyebutnya danau sementara, karena kubangan air yang memenuhi lembah taman, hanya terisi air saat musim hujan. Kebetulan di bulan Mei ini, masih sering air hujan turun. 

Teratai menjadi tanaman air yang memenuhi danau sementara tersebut. Ikan pun bisa ditemukan di sana, salah satunya ikan sepat (Trichopodus, sp.). Pernah dahulu kala, saat masih SD, saya sempat nyemplung bersama teman-teman berburu ikan sepat dan belut. 

Teratai

Di Taman Langsat, pohonnya juga dipenuhi oleh Liken. Makhluk hidup ini merupakan simbiosis ntara jamur (fungi) dengan ganggang (alga). Keberadaan liken biasanya menjadi indikator, bahwa lingkungan tersebut memiliki udara yang baik. 

Liken di Taman Langsat yang ditemukan berjenis crustose (seperti kerak). Dengan berbagai macam warna, ada yang hijau, hijau-kekuningan, abu-abu, putih,  dan hitam. 

Liken

Hal lain yang menarik perhatian saya untuk diambil gambarnya yaitu kumpulan jamur yang tumbuh di potongan kayu yang sudah mulai melapuk. Jamur yang ditemukan ini masuk ke dalam filum Basidiomycota, mirip Lentinus. Mungkin bisa dibilang, jamur tiram liar. 

Bagi para ahli jamur, mungkin bisa dikasih info, gambar dibawah ini, namanya jamur apa. Kemudian aman dimakan gak ya?

Jamur (Fungi)

Belum selesai sampai disitu. Tiba-tiba saat pandangan saya mencoba memandangi langit, saya malah melihat kumpulan buah yang awalnya saya belum tahu. Kemudian saya coba searching di mbah google. Ternyata buah ini merupakan buah loa yang berasal dari pohon loa (Ficus racemosa).

Buah ini katanya tidak beracun, jadi bisa dimakan oleh manusia. Buah loa ini sangat disukai oleh hewan seperti kelelawar dan beberapa jenis burung seperti ara-beo, kutilang, merpati dan burung enggang. 

Pohon ini selain bermanfaat secara ekologi, juga memiliki manfaat ekonomi. Getahnya bisa dijadikan bahan pakaian untuk mengganti karet. Selain itu, kayunya bisa diolah menjadi bahan pembuatan kertas dan konstruksi bangunan sementara. 

Pohon loa juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit seperti bentol dan bisul. Caranya dengan mengoles kulit pohon yang sudah dihaluskan kemudian dicampurkan air. Selain itu, air saringan daun loa juga dapat berkhasiat menyembuhkan diare (1).

Buah loa (ara) dari tumbuhan Ficus racemosa

Pohon di Taman Langsat ini banyak yang sudah berumur tua. Mungkin sudah puluhan tahun, bahkan ratusan tahun. Tak ayal, banyak pohon yang dipenuhi oleh tanaman merambat. Baik itu yang terjadi secara alami, atau mungkin awalnya sengaja ditempelkan oleh pengelola taman dan kemudian sudah tumbuh menjalar dengan sangat lebat.
Berbagai pohon merambat

Taman Langsat ini memang menarik untuk dikunjungi. Dahulu mungkin lebih terlihat seperti hutan di dalam kota. Tetapi sekarang, sesudah dilakukan penataan yang lebih baik, menjadi tempat yang banyak dikunjungi orang. Entah itu untuk olahraga, seperti kami. Mengajak anak bermain. Kumpul keluarga. Kumpul bersama teman. Sekedar foto-foto bahkan foto untuk prawedding. Bahkan ada yang menggunakan untuk wedding.

Bangku taman, cocok untuk tempat foto. 

Begitulah sekelumit kisah saya saat melihat sisi lain Taman Langsat. Bagi yang mau ke Taman Langsat, posisinya ada di Kebayoran Baru. Tidak jauh dari Taman Barito (Taman Ayodya). Dekat juga dengan Blok-M ya. Tinggal search  aja di google map, pasti ketemu. 


Si bebeb di foto dari belakang



Catatan kaki: (1) Penjelasan mengenai buah loa saya dapat dari lindungihutan.com

Komentar