Minggu, 03 Juli 2022

Menonton Marshanda di Konten Dewasa

Marshanda pertama kali yang saya kenal berperan sebagai Lala di film Bidadari. Anak yang cantik dan baik, kadang suka diganggu oleh teman-temannya, namun ada ibu Peri yang selalu melindungi Lala. Anak yang lahir di tahun 90 an awal pasti pada gemar nonton film Bidadari.

Sebelum menulis ini, saya menonton konten di Yotube Kompas TV pada acara Kode "Konten Dewasa". Judulnya "Tegang Bos! Marshanda Luapkan Emosi, Host Sampai Kalah, Kode".

Saya pun yang menonton video tersebut, merasa tegang, aneh, dan berpikir bahwa memang kondisi Marshanda sedang tidak baik-baik saja. Ada kekecewaan, luka, depresi, campur aduk. Sehingga ketika diwawancarai, jawabannya ngalor ngidul. Emosinya meluap-luap. Kadang tertawa, kadang menangis.

Ternyata memang Marshanda mengalami yang namanya bipolar. Ini merupakan gangguan mental yang berhubungan dengan suasana hati yang mudah atau tiba-tiba berubah, dari kondisi yang terendah atau depresif hingga kondisi tertinggi atau mania.

Beberapa penyebab bipolar bisa karena stress tingkat tingi, menglami hal yang traumatik, kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang, atau bisa juga ada riwayat pada kelarga dekat.

Kebanyakan dokter mengatakan penyakit bipolar ini tidak bisa disembuhkan secara total, tetapi bisa dikontrol. Ada bebereapa hal yang bisa dilakukan agar pengidap bipolar bisa lebih mampu mengontrol emosinya. 

Pertama, konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Kedua, melakukan perawatan ke psikoterapi. Ketiga, melakukan gaya hidup sehat. Tidak begadang tidak minum minuman beralkohol, makan makanan dengan memperhatikan gizi seimbang, banyak minum air putih, melakukan olahrga teratur. Keempat, dukungan keluarga.

Ada penelitian yang menyampaikan hasilnya bahwa terdapat perubahan genetika, struktur, fungsi, fisiologi, dan neurokimia otak pada gangguan Bipolar.Terutama perubahan neuroplastisitas, peradangan saraf, jalur pensinyalan intraseluler, bioenergi, stres oksidatif dan nitrosatif, apoptosis dan proteolisis, pensinyalan kalsium, dan transportasi membran atau vesikular.

Pembahasan mengenai bipolar dengan fisiologi, neurokimia otak, neuorapastisitas, peradangan saraf, dan sebagainya, menjadi ilmu dan bahasan yang menarik jika dicaritahu. Namun saya sebagai penulis masih sangat minim. Mungkin ini akan menjadi bahan untuk tulisan selanjutnya di blog ini. Saya belajar dan cari tahu dulu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...