Kamis, 30 Desember 2021

Belajar dari Thailand di Final Leg Pertama Piala AFF 2020

Timnas Indonesia harus takluk oleh Thailand dengan skor telak 0-4 dipertandingan final Piala AFF 2020. Masih ada leg ke 2, namun dengan skor seperti ini perjuangan timnas Indonesia menjadi lebih berat. 

Tidak ada yang tidak mungkin. Namun berat memang dengan tertinggal skor 0-4 di leg pertama maka Indonesia harus menang di leg ke 2 dengan selisih 5 gol atau cukup dengan selisih 4 gol sampai perpanjangan waktu kemudian memenangkan adu penalti di pertandingan nanti. 

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan semalam.  Permainan Indonesia tidak bisa berkembang dikarenakan permainan menekan Thailand dari menit-menit awal. Pemain timnas Indonesia seperti kaget mendapatkan tekanan yang tinggi dari Thailand. 

Apalagi Thailand memiliki umpan yang akurat dan penguasaan bola yang baik sehingga menyulitkan pemain Indonesia untuk merebut bola dan menguasai bola lebih lama. Akhirnya baru 2 menit berlangsung,  Indonesia sudah tertinggal 0-1. Kapten timnas Thailand C Songkrasin berhasil melesakkan bola ke jaring Nadeo Argawinata. 

Setelah tertinggal 0-1 sebenarnya Indonesia memiliki peluang yang sangat baik. Umpan Witan dari sisi sebelah kiri lapangan tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Dewangga yang bebas dari penjagaan pemain Thailand. Hingga babak pertama berakhir, Indonesia tertinggal 0-1

Di awal babak kedua, permainan Thailand lebih longgar terhadap pemain Indonesia,  namun sayangnya hal itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Peluang yang dimiliki terbuang begitu saja. Malah sebaliknya Thailand berhasil menambah keunggulan pada menit ke 52, 67, dan 83. Thailand unggul 0-4 di babam kedua.

Jika dilihat secara keseluruhan ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan semalam.

Keunggulan Thailand:
1. Permainan menekan ala Thailand membuat tim lawan sulit mengembangkan permainan
2. Thailand memiliki pemain dengan kemampuan umpan akurat.  Layaknya menonton tim kelas eropa, bola datang tepat ke pemain dan kontrol bola pun sangat baik. Apalagi ketika bermain dengan umpan cepat 1-2, timnas Indonesia bermain layaknya kucing yang mengejar-ngejar mangsa namun sulit untuk mendapatkannya. 
3. Pemain Thailand mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan sangat baik hingga mampu menciptkan 4 gol. Pemain Indonesia juga memikiku peluang baik di babak pertama dan kedua, namun sayang tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. 
4. Pertahanan Thailand yang baik. Timnas Indonesia cukup sulit menembus tembok Thailand yang rapat. Apalagi timnas Indonesia sering kehilangan bola sebelum mencapsi garis pertahanan Thailand. 
5. Pergerakan tanpa bola yang sangat baik.  Pemain Thailand memiliki pergerakan tanpa bola yang lebih baim dari pemain Indonesia.  Sehingga terlihat dengan sangat nyaman untuk salig mengumpan bola dan menciptakan peluang. 

Dari keunggulan permainan Thailand, maka di leg ke 2 pemain Indonesia harus mampu memperbaiki permainan dan mengeluarkan segenap kemampuannya. Pemain Indonesia sering melakukan umpan yang tidak akurat. Ini PR pemain Indonesia ketika menghadapi tim lawan yang menekan dengan sangat baik. 

Pemain Indonesia bukannya tidak bisa. Kita bisa melihat saat Indonesia bertanding melawan Malaysia. Pemain Indonesia dengan sangat nyaman melakukan umpan 1-2. Dan Malaysia berada di bawah tekanan. Memang Malaysia tidak bermain dengan tekanan tingkat tinggi seperti Thailand serta umpan-umpan yang akurat. 

Selain itu pemain Indonesia perlu melakukan pergerakan tanpa bola yang baik untuk menciptakan banyak peluang. Pemain Indonesia terlihat kesulitan bergerak dan mencari ruang kosong sehingga sulit melakukan umpan-umpan pendek yang cepat dan indah seperti yang ditampilkan oleh Thailand.  

Koordinasi dan komunikasi pemain belakang juga PR yang sangat penting. Ini menjadi PR timnas Indonesia sejak pertandingan pertama di AFF. Kelemahan ini menjadikan Indonesia tim yang paling banyak kebobolan dibandingkan 3 tim semifinalis lainnya.

Sebenarnya pertahanan Indonesia sempat sangat baik saat melawan Vietnam. Sehingga pemain Vietnam kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Namun kekuatan itu seakan hilang di pertandingan lainnya. 

Pemain Indonesia harus bangkit. Mental bermain pantang menyerah harus terus dijaga dan mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dan pemain Indonesia harus menekan Thailand agar merrka sulit mengembangkan Thailand.  Sehingga strategi yang diinginkan pelatih Shin Tae Yong bisa berjalan dengan baik dan Indonesia mampu menaklukan Thailand. 

Bukan hanya menang melawan Thailand di leg ke 2, tapi memenangkan Piala AFF 2020. Walaupun peluang itu kecil, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Semangat pemain Indonesia,  kami selalu mendukungmu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...