Sabtu, 07 Desember 2019

Lindungi Keluarga dari Diabetes dengan Aktifitas Seru di Hari Sabtu

Menyenangkan sekali kegiatan sabtu pagi saya (30/11) di Taman MRT Dukuh Atas. MSD (Merck Sharp Dhome) Indonesia bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan berbagai Komunitas mengadakan kegiatan peringatan Hari Diabetes Dunia dan Bulan Kesadaran Diabetes Dunia.

Kegiatan diawali dengan tes kesehatan. Timbang berat badan, cek tensi, tes kadar gula darah, lingkar perut, dan kosultasi kesehatan. Berat badan saya 65 kg. Dengan tinggi saya yang 164 cm, jika dilihat Indeks Masa Tubuh, maka saya masih termasuk normal, namun berada disekitar ambang batas antara normal dan gemuk. Kemudian, tensi saya 110/70. Dan kadar gula darah saya 96. Semuanya masih berada dalam kadar normal. 

Berdasarkan hasil tersebut, saya juga ditanya oleh dokter mengenai riwayat penyakit pribadi dan keluarga serta aktifitas sehari-hari. Semua ini dilakukan sebagai cara mendeteksi awal apakah kita memiliki risiko terkena diabetes. Alhamdulillah saya termasuk orang yang sehat. Namun saran dokter, saya harus meningkatkan konsumsi sayur dan buah, dan aktifitas fisik,.Hmm, siap dok.



Lindungi Keluarga dari Diabetes

Lanjut kegiatan selanjutnya, talkshow Lindungi keluarga dari Diabetes. 



Banyak yang belum mengetahui bahwa Indonesia menduduki menduduki peringkat : ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia, ke-3 penyandang toleransi glukosa terganggu terbanyak di dunia (IDF, 2019). Berdasarkan data tersebut, harusnya kita menjadi lebih peduli terhadap diabetes. 

MSD Indonesia bersama dengan berbagai Komunitas Masyarakat mencoba untuk mengampanyekan #LindungiKeluargaDariDiabetes. Protect Your Family, dengan fokus utama deteksi diabetes, cegah diabetes tipe 2, dan penanganan diabetes anggota keluarga dengan diabetes. 

Kegiatan ini bertujuan mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk mengetahui risiko diabetes dan meningkatkan kesadaran dari pengaruh diabetes terhadap pasien dan keluarga serta mendorong peran aktif keluarga dalam penanganan, pencegahan, dan edukasi mengenai diabetes. Medical Affairs Director MSD Indonesia, dr Suria Nataatmadja, mengatakan, ”Sebagai mitra global dari International Diabetes Federation (IDF), MSD berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kesadaran terhadap diabetes.

Deteksi Diabetes Sedini Mungkin


Ketua Pesatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok, Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, mengatakan ”Peran keluarga amat penting dalam deteksi dini diabetes dan usaha-usaha pencegahan diabetes tipe 1, tipe 2 & tipe lain serta pengobatan anggota keluarga dengan diabetes.

Dalam deteksi dini, peran keluarga penting untuk mengetahui gejala diabetes & memastikan apakah sudah terkena diabetes atau prediabetes sehingga mempercepat penanganan dan mencegah komplikasi. Terutama pada diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi dapat menyebabkan perburukan dan menimbulkan kematian. 

Dalam pencegahan diabetes tipe 2, maka keluarga berperan melindungi jangan sampai keluarga yang lain terkena diabetes. Oleh sebab itu, perlu memahami faktor-faktor risiko yang bisa memicu terkena diabetes dengan cara meningkatkan gaya hidup sehat & bila perlu lakukan tes gula darah.

Dalam penanganan diabetes, keluarga sangat berperan mendukung & memastikan pasien mendapatkan penyuluhan, pengobatan, pengaturan makan (diet), dan pemeriksaan untuk mengetahui komplikasi-komplikasi serta melaksanakan gaya hidup sehat yang dijalankan terus menerus.”

dr Mardi juga menyamapikan bahwa ketika kita sudah menderita diabetes, maka penting untuk disiplin dalam pengobatan diabetes yang harus dilakukan seumur hidup untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Jangan lupa rutin melakukan aktifitas fisi, konsumsi makanan sesuai kebutuhan, dan menjaga berat badan ideal merupakan usaha agar kadar gula darah tetap terkendali normal.

Hmm, makannya saat cek kesehatan saya disarankan oleh dokter untuk meningkatkan konsumsi sayur dan buah serta aktifitas fisik. Ternyata tujuannya agar berat badan tetap ideal dan menjaga kadar gula darah agar tetap normal. 


Cara yang paling mudah bagi kita untuk tetap beraktifitas fisik adalah menggunakan transportasi umum. Loh, memang ada hubungaannya? Ada. Dengan menggunakan transportasi umum, mau tidak mau, suka tidak suka kita harus berjalan menuju transportasi umum yang ingin kita naiki, bahkan kita harus naik turun tangga. Sehat? Pasti.

Dalam riset yang dilakukan oleh Hiroto Honda pada tahun 2016 mengenai naik atau turun tangga sebagai metode yang nyaman untuk meningkatkan aktivitas fisik dalam kehidupan  sehari-hari menunjukkan bahwa aktivitas naik/turun tangga selama 3 menit dari 60 – 12 menit setelah makan dapat membantu penurunan respon glukosa darah postprandial pada penyandang diabetes tipe 2. 

MRT sebagai penyedia transportasi umum di Jakarta juga mengajak masyarakat untuk naik turun tangga. Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaluddin  ”Menyadari manfaat naik atau turun tangga bagi kesehatan terutama mencegah diabetes, MRT Jakarta menyambut baik dan mendukung inisiatif dari kampanye #LindungiKeluargdariDiabetes.

Hal ini sejalan dengan upaya kami untuk mengajak masyarakat pengguna MRT Jakarta untuk menggunakan tangga daripada elevator yang memang hanya diperuntukkan bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, lansia dan disabilitas. Edukasi mengenai manfaat dari naik turun tangga ini akan ada di poster dan stiker di area stasiun MRT Jakarta. Kami berharap pengguna MRT Jakarta dapat menggunakan tangga dan merasakan manfaat kesehatannya selain juga mendahulukan mereka yang membutuhkan untuk menggunakan lift prioritas.”

Jadi Masyarakat Cerdik


dr. Dwi Oktavia Handayani, M.Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta  mengatakan, 

”Data terbaru Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan angka prevalensi nasional diabetes melitus berdasarkan diagnosis dokter pada usia >15 tahun adalah 2% dan angka prevalensi di Provinsi DKI Jakarta adalah 3,4%. Riskesdas 2018 juga menunjukkan 33,5% masyarakat Indonesia usia > 10 tahun tergolong kurang aktivitas fisik, dengan proporsi penyumbang tertinggi adalah DKI Jakarta sebanyak 47,8%. 

Sejalan dengan kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, Dinas Kesehatan mendukung kampanye tersebut dengan menggerakkan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yaitu upaya kesehatan berbasis masyarakat untuk mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit tidak menular termasuk diabetes. Adapun pemeriksaan yang dilakukan di Posbindu adalah pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, dan kadar gula darah. 

Dinas Kesehatan memiliki moto Cerdik untuk menghindari diabetes. Cerdik itu ada singkatannya loh,:

1. Cek kesehatan secara berkala
2. Enyahkan asap rokok
3. Rajin aktifitas fisik
4. Diet seimbang
5. Istirahat cukup
6. Kelola Stress


Workout bareng Komunitas Indosweetcamp

Nah ini, kegiatan yang paling seru. Olahraga bareng Komunitas Indosweetcamp, selama 30 menit. Tidak lama, namun bikin badan ini jadi basah. Maklum, olahraga yang dilakukan ini walaupun hanya sebentar, tetapi benar-benar melatih kardio dan kekuatan otot. Apalagi matahari sudah mulai menyengat, mandi keringat menjadi teman aktifitas sehat.



Bagaimana, seru kan! Yuk mulai sekarang, kita lindungi diri kita dan keluarga kita dari diabetes. 




Keterangan pada gambar pertama:
1. dr. Rudy Kurniawan, Founder Komunitas Sobat Diabet 
2. dr. Suria Nataatmadja, Medical Affairs Director MSD Indonesia
3. Prof. Dr. dr. Mardi Santoso, DTM&H, SpPD-KEMD, FINASIM, FACE, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) Wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi dan Depok
4. dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta
5. Ahmad Pratomo, Head of Corporate Communication Department PT MRT Jakarta

Sumber gambar CERDIK:
http://p2ptm.kemkes.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...