Rabu, 18 September 2019

Belajar Jadi Content Writer di Kantor Google



Pekerjaan menjadi content writer semakin berkembang ketika internet menjadi semakin mudah diakses. Banyak perusahaan mulai membuat website untuk membangun branding mereka. Ada pula perusahaan yang sudah mempunyai website, namun masih kekurangan konten. Disinilah pekerjaan content writer mulai bermunculan di berbagai perusahaan.

Sebelum menjadi content writer alangkah baiknya kita harus memiliki kapabilitas dibidang tersebut. Hal utama yang harus dimiliki sebagai seorang content writer adalah kemampuan menulis dan ilmu yang mendukung agar konten yang dibuat memiliki kualitas yang baik. 

Alhamdulillah, beruntung sekali saya pada hari Kamis, 12 September 2019 mengikuti acara Content Writing to Next Level yang diadakan oleh Komunitas Indonesia Social Blogpreneur yang berkolaborasi dengan Question Hub. Acara ini terbagi menjadi 3 Sesi yaitu sesi penjelasan Question Hub, sesi Belajar Menjadi Content Writer, dan sesi SEO.

Saya ceritakan dari sesi Content Writer dulu ya.

Mau jadi Content Writer?


Ya, saat ini content writer mulai dicari oleh perusahaan. Contoh ketika saya membuka linkedin dan mengetik content writer pada kolom pencarian. Saya atur lokasi pencarian di Jakarta. Hasilnya ada 113 lowongan kerja yang berhubungan dengan content writer. Itu baru di Jakarta dan baru di satu aplikasi. Belum di provinsi lain ataupun negara lain, belum pula di aplikasi lowongan pekerjaan yang lain. Ini menjadi peluang bagi kamu yang memiliki ketertarikan untuk bekerja menjadi content writer.


Lowongan pekerjaan content writer di Jakarta (dokpri).


Beneran mau jadi content writer?


Teh Ani, founder Komunitas Indonesia Social Blogpreneur (ISB) berbagi banyak hal mengenai content writer. Pengalamannya menjadi content writer di berbagai perusahaan akan saya bagikan di sini.

Pertama yang harus dipersiapkan ketika ingin menjadi content writer yaitu niat. Apa yang mendorong kita untuk menjadi content writer? Mengapa kita mau menjadi content writer? Apakah niat kita untuk mencari uang atau berbagi ilmu. Teh Ani menyarankan untuk keduanya. Jadilah content writer yang mampu berbagi dan juga mencari penghasilan. Maksudnya?

Kita bisa menjadi content writer bagi sebuah yayasan sosial, misalnya panti asuhan atau gerakan-gerakan sosial. Hal ini akan menumbuhkan jiwa kita untuk terus berbagi dengan sesama melalui kemampuan yang kita punya. Kegiatan ini bisa dijadikan portofolio kita untuk mengajukan diri ke sebuah perusahaan yang membutuhkan content writer. Jika kita memiliki portofolio atau sebuah pengalaman menjadi seorang content writer, memberikan penilaian yang lebih. Sehingga dengan begitu memperbesar peluang kita menjadi seorang content writer yang dibayar.

Kedua kita harus terus meningkatkan kemampuan diri. Teruslah mencari ilmu. Ketika mengikuti seminar, workshop, pelatihan jadikan diri kita sebagai gelas yang kosong. Jangan setengah penuh, apalagi penuh. Sehingga kita bisa menyerap ilmu yang sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Bahkan ketika kita menjadi content writer, seringkali kita dituntut untuk mengusai sebuah bidang yang berhubungan dengan brand perusahaan tersebut. Disinilah kesempatan kita untuk bekerja sambil terus belajar.

Contoh ketika Teh Ani menjadi content writer di perusahaan yang membahas tentang desain dan kecantikan, ia ikuti workshop tentang itu. Atau ketika menjadi content writer di bidang kelapa dan produk yang dihasilkan bukan hanya pelatihan yang diikuti, tetapi buku-buku, majalah, jurnal-jurnal penelitian juga dipelajari oleh beliau. Jadi seorang content writer tidak boleh malas membaca.


Teh Ani sedang berbagi mengenai content writer (dokpri)


Ketiga kerjakan dengan tepat waktu dan penuh tanggung jawab. Setiap tulisan memiliki batas waktu yang harus dikerjakan. Tanggung jawab dan keprofesionalan kita diuji disini. Jika kita bisa mengerjakan sesuai waktu yang disediakan maka ini menjadi kunci kepercayaan perusahaan kepada kita.

Keempat cobalah menulis dari sisi orang lain. Maksudnya jangan memasukkan opini pribadi dalam tulisan ketika kita menjadi content writer. Jika kita menjadi content writer di sebuah perusahaan, maka ambillah sudut pandang sebagai pekerja atau humas di sebuah perusahaan. Jika kita menjadi content writer seorang artis, politikus, atau orang yang berpengaruh. Maka ambillah dari sudut pandangnya.

Teknik menulis ini jika kita lakukan terus menerus, bisa meningkatkan kemampuan kita dibidang menulis. Juga bisa menjadi protofolio kita untuk mengajukan diri menjadi ghost writer. Peluang baru terbuka kembali.

Kelima jaga attitude. Jangan merusak brand sebuah perusahaan atau seseorang karena tulisan kita. Menjadi content writer seharusnya menulis sesuai dengan brand perusahaan. Bahkan dengan tulisan kita, brand tersebut menjadi lebih kuat. Kesampingkan ego kita saat menulis dan fokus dengan targetan perusahaan terhadap kita.

Keenam kembangkan kemampuan lain. Menjadi seorang content writer bukan hanya dituntut kemampuan menulis, ada juga perusahaan yang meminta kemampuan fotografi bahkan videografi yang baik. Kemampuan tersebut harus kita mulai asah, untuk mendukung pekerjaan kita menjadi content writer.

Bagaimana siap jadi content writer?



Menulis dengan Teknik SEO  


Kemampuan menulis sesuai SEO (Search Engine Optimation) adalah kemampuan yang juga harus kita miliki sebagai content writer. Mas Ardan yang juga admin ISB berbagi ilmunya bagaimana menulis dengan teknik SEO.


Mas Ardan sedang berbagi tentang SEO kepada blogger ISB (dokpri)

Ketika kita menulis dan mengunggah tulisan ke internet, harapannya tulisan kita bisa ditemukan dan dibaca oleh orang banyak. Hal itu bisa terealisasikan jika tulisan kita masuk ke halaman pertama google. Nah bagaimana caranya? 

Pertama kita harus memperhatikan dua sisi yaitu Google dan Manusia. Google sebagai mesin pencari yang paling banyak digunakan didunia dan Manusia sebagai makhluk yang mencari tulisan dan pembaca tulisan.

Google saat ini tidak hanya menyukai tulisan yang SEO tetapi juga manusiawi. Tulisan yang diunggah harus lebih dari 500 kata. Kualitas konten yang lengkap dan informatif akan lebih disukai google. 

Mesin Google terus melakukan seleksi dan eliminasi terhadap tulisan manakah yang pantas masuk di halaman pertama google. Jika hanya mengandalkan SEO dan tidak ada informasi bermanfaat yang diberikan, maka Google akan membuangnya jauh-jauh.

Kualitas Konten Tetap yang Utama




Kedua perhatikan dalam memasukkan keyword. Masukkan keyword di judul dan URL. Contoh yang sudah dilakukan mas Ardan yaitu beliau menulis tentang podcast yang berjudul Bukan 3, tapi 4 Podcast Terbaik Indonesia Ini yang Belakangan Saya Dengarkan. 

Tulisan tersebut masuk ke halaman pertama google, bersanding dengan website-website ternama. Keyword "podcast terbaik" ia masukkan di judul dan juga URL. 

Masukkan pula Keyword di Subheading dan 100 kata pertama. Wow ini rahasianya ternyata, bagaimana cara mengatur keyword di dalam tulisan kita.  

Ketiga mainkan backlink dan internal link. Jika memasukkan backlink maka link website yang dihasilkan harus website yang berkualitas, terpercaya dan memiliki nilai DA/PA tinggi. Dengan begitu membantu website kita untuk naik peringkat di google.

Selanjutnya masukkan pula internal link kita agar pembaca tetap bertahan di website/blog kita. Memasukkan internal link bertujuan untuk mengurangi bounce rate. Ketika pembaca mulai bosan membaca tulisan kita, diharapkan ketika ada link tulisan lain, pembaca membuka link tersebut dan tetap bertahan di website/blog kita.

Keempat, mainkan visual dan namai gambar sesuai keyword. Jika tidak memiliki kemampuan menggambar atau mendesain seperti saya, mas Ardan menyarankan menggunakan Canva. Ternyata cocok dengan saya.

Aplikasi tersebut menyediakan banyak template dengan yang kita bisa gunakan dengan gratis. Biasanya saya menggunakan aplika gratisan di website canva.com. Atau jika ingin membuat via smartphone bisa download di google play store. 

Kelima, cari keyword sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya. Jika kamu bingung menentukan keyword yang pas, mas Ardan menyarankan menggunakan Question Hub. Apa itu Question Hub, lanjutin terus ya bacanya.

Cari Keyword di Question Hub Aja!


Menulis kata yang tepat dalam sebuah tulisan membutuhkan keyword yang tepat. Nah salah satu caranya adalah menggunakan Question Hub. Apa sih itu Question Hub?

Fiana Dwiyanti, Community Manager, News & Content Ecosystem Question Hub menjelaskan cara memanfaatkan question hub untuk menulis. Bagi seorang blogger, content writer ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan menulis dan internet, Question Hub merupakan alat yang tepat untuk digunakan.


Mba Fiana menjelaskan tentang Question Hub (dokpri)

Saat kita sedang kebingungan mencari ide menulis. Kita bisa memanfaatkan Question Hub untuk mencari tahu pertanyaan apa yang sedang dicari oleh para pencari informasi di google. Bisa? Ya bisa dengan Question Hub.

Mba Fiana menjelaskan Question Hub ini hanya ada di tiga negara di dunia yaitu Indonesia, Nigeria dan India. Mengapa hanya ada di ketiga negara tersebut? Ternyata google ingin memperbanyak konten yang beragam dan berkualitas di ketiga negara tersebut dan menggunakan bahasa asli negara tersebut.

Hal ini memberikan tanda dan peluang bagi para content writer bahwa masih sangat banyak tema tulisan yang seharusnya bisa dituliskan.

Bagaimana cara menggunakan Question Hub?


1. Pastikan kamu menggunakan gmail
2. Daftarkan diri di Question Hub
3. Biasanya meminta konfirmasi di email dan silahkan konfirmasi
4. Silahkan log in
5. Silahkan manfaatkan Qustion Hub dengan sebaik-baiknya.

Mau tau lebih lengkap cara penggunaan Question Hub dan efeknya bagi tulisan yang kita buat. Nantikan tulisan selanjutnya ya. Saya juga masih coba-coba Question Hub. Nanti kalau sudah terlihat akan saya share di blog ini. Terima kasih telah membaca sampai selesai. Semoga bermanfaat.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...