Selasa, 09 Juli 2019

Suka mana, Film Drakor, Telenovela, Kolosal, Klasik atau Dokumenter?



Setiap orang pasti memiliki seleranya sendiri-sendiri terhadap film. Ada yang menyukai drama korea, telenovela, kolosal, klasik atau dokumenter. Tapi saat ini, fans film yang cukup fenomenal adalah pecinta drama korea. Mereka menyukai bukan hanya dari filmnya, tetapi juga artisnya. Kalau sudah berbicara tentang artisnya, apapun yang artis itu lakukan, layak diketahui bagi pecintanya. Berita yang baru trending belakangan ini yaitu bercerainya Soong Joong Ki dan Soong Hye Kyo. Penyebabnya?


Ada beberapa hal yang menyebabkan pasangan ini bercerai, gosip-gosipnya karena ada salah satu dari mereka yang selingkuh. Mohon maap jika info ini keliru. Oooh mengapa jadi ngomongin pasangan ini. Back to the topic.

Dari jenis-jenis film yang sudah saya sebutkan sebelumya, sebenarnya tidak ada yang membuat saya harus menentukan pilihan, saya lebh suka film jenis ini dibandingkan film jenis itu. Semua jenis film tersebut pernah saya tonton. Jika ada yang menarik, maka akan terus saya tonton.

Film Drakor

Jangan sangka, cowok kayak saya ini ternyata pernah nonton drakor. Ada beberapa film drakor yang saya tonton. Namun yang saya ingat adalah film SIGNAL. Film ini menceritakan detektif yang mencoba menyelesaikan berbagai kasus kejahatan lama yang belum terselesaikan, istilahnya adalah kasus dingin. Uniknya, di film ini coba menggambarkan ada dua orang dari dua waktu yang berbeda berkomunikasi menggunakan HT. Mereka mencoba menyelesaikan "kasus dingin" tersebut bersama-sama.

Film ini menarik bagi saya karena ada kasus-kasus yang harus dipecahkan. Teringat saat SD, saya selalu menantikan film kartun Detektif Conan. Kalau ini drama korea bertemakan detektif. Efek yang saya terima dari nonton drakor adalah, di episode pertama saya masih bertanya-tanya ini film apa ya, kemudian ketika diakhir episode pertama ada adegan yang membuat saya penasaran. Saya harus nonton episode kedua.

Tiba di episode kedua, masalah semakin memuncak, kemudian hingga di akhir episode masalah juga belum terselesaikan dan membuat semakin penasaran. Saya harus nonton episode ketiga.

Tiba di episode ketiga, dengan peliknya penyelesaian masalah, akhirnya masalah bisa terselesaikan. Namun tidak lama masalah terselesaikan, muncul kembali masalah baru. Bikin penasaran lagi. Saya harus nonton episode keempat.

Begitu terus hingga episode terakhir. Masalah tereselaikan. Tapi ada juga, di episode terakhir terdapat adegan yang menggantung. Muncul masalah baru lagi dan belum terselesaikan. Mungkin nanti ada sekuelnya. Lanjutan dari film ini. 

Hal ini mungkin yang membuat para pecinta drakor "kecanduan". Selain artis-artisnya yang ganteng dan cantik, cerita drakor yang selalu bikin penasaran mungkin juga menjadi penyebabnya. Belum lagi, kisah-kisah romantis yang membuat para hati perempuan meleleh, bahkan menangis.

Lalu apakah saya suka drakor? Jawabannya suka, tapi tergantung tema.

Film Telenovela

Bagaiman dengan film telenovela? Ini adalah tontonan yang sudah sangat jarang saya tonton. Terakhir saya menonton saat SD, cerita tentang tokoh Rosalinda, Esmeralda dan sebagainya menjadi tontontan saat siang atau sore hari. Model ceritanya seperti sinetron Indonesia. Dulu saya menonton karena ibu saya menonton film ini. Sekarang, sudah tidak pernah lagi.

Film Kolosal

Nah ini film yang menarik ditonton. Kisah-kisah mengenai peperangan dan pertarungan yang di dalamnya juga dimasukkan kisah sejarah ataupun mitos-mitos zaman kuno. Film ini selalu membuat kagum saya karena sinematografinya yang ciamik. Bagaimana bisa melibatkan sebegitu banyaknya orang untuk berperan dalam film? Nah ternyata sekarang ini terutama film Hollywod menggunakan teknologi untuk menggambarkan banyaknya orang yang berperang.

Film favorit saya untuk jenis film ini yaitu The Lord of The Ring, Red Clif, Gladioator, 300 dan masih banyak lagi.

Film Klasik

Menonton film klasik juga menarik. Salah satu film klasik yang menarik bagi saya adalah film When Harry Met Sally. Film ini menceritakan tentang kehidupan Harry dan Sally. Dua sosok yang mencoba mencari kebahagian dengan menjalin sebuah hubungan dengan orang lain, namun keduanya memiliki rasa khawatir akankah laki-laki dan perempuan akan bahagia jika ada ikatan yang "mengekang" seperti pernikahan.

Baca juga: When Harry Met Sally, Ketika Ahkirnya Menikah  

Menonton film itu membuat saya merefleksikan diri tentang sebuah pernikahan. Bagi seorang laki-laki, sudahkah siap untuk menjadi seorang suami dan juga ayah bagi anak-anak nanti. Sebenarnya, apa tujuan pernikahan? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan lain mengenai pernikahan.

Film klasik Indonesia juga banyak yang menarik. Terutama film klasik bergenre horor atau komedi. Salah satunya yang pernah ditayangkan ulang di televisi adalah film Pengabdi Setan. Hal itu terjadi setelah film Pengabdi Setan versi Joko Anwar disukai banyak penonton Indonesia.

Film Dokumenter

Siapa bilang film dokumenter itu membosankan? Sekarang banyak film-film dokumenter yang menarik bahkan menjadi bahan perbincangan khalayak umum. Film dokumenter bertemakan alam liar adalah film yang saya suka. National Geographic merupakan lembaga yang banyak menghasilkan film dokumenter bertemakan alam.

Di Europe on Screen, Festival Film Eropa yang diadakan setiap tahun di Jakarta menyajikan berbagai film dokumenter. Ada satu film yang sangat menarik bagi saya yaitu film Tale of Lake. Film ini meyajikan keindahan negara Finlandia dengan keindahan danaunya yang disertakan dengan musik yang ciamik. Sehingga merangsang mata dan otak kita untuk terus menonton film ini hingga selesai. Selain dijuluki negara dengan sistem pendidikan terbaik, Finlandia juga dijuluki negara seribu danau.


Film dokumenter Indonesia bagaimana? Film dokumenter hasil dari Watchdog Image adalah tontonan yang menarik bagi saya. Film yang mereka hasilkan menampilkan fakta-fakta yang selama ini jarang diketahui banyak orang. Dan ketika orang-orang mengetahui, boom. Banyak orang yang kaget dengan kenyataan yang ditampilkan. Contohnya film Sexy Killer. 

Film Sexy Killer  bisa ditonton disini 

Nah itulah pendapat saya mengenai film. Kalau kamu suka yang mana?





1 komentar:

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...