Sabtu, 13 Januari 2018

Tahun 2018 Ingin ke Candi Borobudur

Mengapa tahun ini saya ingin ke Candi Borobudur? 

Siapa yang tidak tahun Candi Borobudur. Candi Budha terbesar di dunia dan pernah masuk ke dalam 7 keajaiban dunia. Memiliki ribuan relief di dindingnya dan ratusan arca. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal maupun asing.

Banyak orang-orang penting dari berbagai belahan dunia datang mengunjungi tempat yang satu ini. Di bulan Juni 2017, Presiden Amerika, Barrack Obama mengunjungi Borobudur. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, juga pernah mengunjungi borobudur di tahun 2014. Selain itu petenis cantik, Maria Sharapova, pemain bola ganteng, David Beckham, Pangeran Haakon dan Putri Mette-Marit dari Norwegia, aktor kocak Charlie Chaplin, Presiden Ukraina Petro Poroschenko dan masih banyak lagi. Ini menunjukkan bahwa Candi Borobudur merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Saya sebagai orang Indonesia yang tinggal di Indonesia merasa tergeletik. Masak orang luar negeri sudah mengunjungi Borobudur, sedangkan saya belum pernah. Oleh karena itu, di tahun ini saya ingin berkunjung ke Candi Borobudur. Ada dua alasan mengapa saya ingin mengunjungi Candi Borobudur tahun ini.

Alasan pertama adalah saya belum pernah ke Candi Borobudur. Padahal, saya mempunyai mbah yang tinggal di Yogyakarta. Antara Yogyakarta dan Magelang sebenarnya tidak begitu jauh. Namun memang, saat berkunjung kesana saya tidak pernah jalan-jalan.

Candi Borobudur (Foto diambil dari website visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Alasan kedua adalah saya ingin mengikuti Borobudur Marathon. Event lari yang diadakan tiap tahunnya ini menarik untuk saya ikuti. Saya mulai tertarik ketika bertemu dengan pelari asal Semarang di Pekalongan tahun 2017. Ia menceritakan serunya berlari di Borobudur. Kondisi yang tenang, tidak ada kendaraan lalu lalang saat berlari, pemandangan yang indah, menjadikan race berlari yang sangat nyaman. Hal itu mungkin sulit didapatkan ketika kita berlari di Jakarta.

Saya dan beberapa teman saya yang mendengar cerita tersebut, kemudian memutuskan untuk merencanakan ikut Borobudur Marathon di tahun ini. Memang belum ada pembicaraan lagi mengenai hal ini karena event baru akan berlangsung di bulan November. Namun, kami semua sangat tertarik dan berniat untuk ikut. Bagi pelari lambat seperti saya, mengikuti Borobudur Marathon, selain menantang diri saya, bisa juga menjadi salah satu sarana meditasi.

Bagi yang tertarik ingin mengikuti Borobudur Marathon, kamu bisa buka di websitenya borobudurmarathon.co.id. Ternyata saat saya membuka web tersebut sebelum menulis tulisan ini, pendaftaran sudah dibuka.

Screenshoot website Borobudur Marathon 2018

Sepertinya di Borobudur Marathon, saya akan menantang diri saya untuk mendaftar kelas Full Marathon. Apakah bisa? Saya yakin bisa, waktu 10 bulan kedepan sepertinya waktu yang cukup untuk melatih diri saya finish dengan strong dengan jarak 42 KM. Semoga terwujud.

4 komentar:

  1. Saya jadi ingat kenangan tabun 2013 lalu. Saya lho sudah di depan pintu Borobudur tetapi ga bisa masuk. Alasannya, teman teman yang ikut pada ga bawa uang. Duh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah berarti gak jadi masuk dong ya... :)

      Hapus
  2. Sama, pengen juga ke Jogja lagi, dan pastinya ke Candi Borobudur. Hehehe... Tapi mau pas waisak kalo gwa.

    BalasHapus

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...