Rabu, 16 Maret 2016

Majalah Gratis untuk Para Traveler: Travelnatic Magazine

Traveling menjadi hal yang menyenangkan. Bahkan ada yang rela menghabiskan uangnya untuk mengunjungi tempat-tempat yang indah. Namun ada juga yang tak punya uang banyak, nekat melakukan traveling dengan gaya backpacker. Berbagai cara dapat dilakukan untuk traveling.

Affandi Sang Maestro di Galeri Sisi

IMG20160310102550

Melihat lukisan bisa menjadi salah satu cara mencari ide dan inspirasi. Memandang serta meneliti detail-detail lukisan, cara lain untuk meditasi dan relaksasi.

Kamis, 10 Maret 2016, saya berkesempatan mengunjungi salah satu tempat yang menarik di bilangan Palmerah, Jakarta Selatan. Galeri Sisi merupakan ruang baru di Bentara Budaya Jakarta, yang pada bulan ini menampilkan pameran lukisan1940-1960.

Lukisan pertama yang menarik bagi saya adalah lukisan Affandi Koesema. Affandi melukis Potret Diri menggunakan cat minyak yang dituangkannya dalam media kanvas. Lukisan yang berukuran 65x50 cm ini, dilukis Afandi tahun 1981.

IMG20160310102919
Lukisan Afandi berjudul Potret Diri (1981). Menggunakan cat minyak dan media kanvas (65x50cm). (YS)

Saya cukup takjub dengan lukisan ini. Jika kita melihat dari dekat, lukisan ini mempunyai tekstur yang tidak rata. Ada cara melukis yang khas dari Afandi. Sangat natural dan ekspresif.

Mengutip dari brilio.net, di usianya yang hampir menginjak 60 tahun, yaitu sekitar tahun 1960-an, Affandi menerapkan teknik melukis dengan cara langsung meremas cat dari wadahnya untuk ditumpahkan ke kanvas. Teknik ini ditemukannya secara tidak sengaja, yaitu ketika tengah melukis tiba-tiba kuasnya patah. Affandi ingin tetap melukis sehingga dia memaksakan cat tumpah ke kanvas lalu menggores-goreskannya menggunakan punggung tangan untuk menghasilkan garis melengkung.

Itu juga dapat dilihat pada lukisan Afandi yang lainnya yang berjudul Pelabuhan Hongkong. Lukisan semrawutnya Afandi selalu memiliki nilai seni yang tinggi. Ciri khas lukisan Afandi yang surealis membuat penikmat lukisan amatir seperti saya ini berfikir. Whats the meaning? 

IMG20160310110712
Lukisan Afandi yang menggambarkan Pelabuhan Hongkong (1970). Menggunakan cat minyak dan media kanvas (106 x 100 cm).

Di Galeri Sisi ini merupakan pertama kalinya saya melihat lukisan  Affandi. Dan saya baru paham, mengapa Affandi memang pantas di sebut sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia.

Nekat Lari 25 KM: Dari Stasiun Depok Lama ke Balai Kota Bogor

Lari 25 KM dari Stasiun Depok Lama menuju Balai Kota Bogor adalah hal nekat yang saya lakukan. Tanpa latihan dan persiapan yang matang, saya...